BELAJAR MURAH DAN MUDAH ! Tutorial Adobe Flash CS3 terdiri dari 22 Materi yang dikemas kedalam 22 file video AVI. Ditambah 1 file contoh Animasi Frame by Frame yang dijadikan movie.
SANGAT SESUAI UNTUK MAHASISWA JURUSAN MULTIMEDIA; KOMUNIKASI VISUAL, BROADCASTING, PERIKLANAN. BISA JUGA DIGUNAKAN UNTUK GURU ATAU SISWA SMK MULTIMEDIA. File-file terdiri dari : 1. Pengenalan Adobe Flash dan Animasi Motion Tween 2. Motion Tween Ease-in dan Ease-out Menyimpan file proyek dan Publish 3. Motion Tween dengan Guide Line 4. Animasi Zoom-in, Zoom-out Animasi Alpha 5. Animasi transisi menggunakan Alpha 6. Animasi Rotasi CW dan CCW 7. Animasi Shape Motion 8. Animasi Shape to Text 9. Animasi Shape Devided (memecah) 10. Animasi Masking 11. Membuat Movie Clip 12. Membuat sendiri tombol navigasi (button) Menggunakan tombol navigasi dari Common Library 13. Menggunakan tombol navigasi dari image 14. Action Script Stop 15. Action Script Go to And Play 16. Action Script Start and Stop Drag 17. Action Script Get URL (Membuka halaman website) 18. Action Script Load Movie 19. Action Script Quit 20. Membuat Scroll Bar didalam teks 21. Animasi Frame by Frame Export Movie dari animasi Frame by Frame 22. Insert Video 23. Contoh video dari hasil export dari pembuatan animasi Frame by Frame. Untuk langkah 22 (insert video) harus sudah terinstal plug-in Quick Time. Apabila belum terinstal, anda bisa men-download dari Internet secara gratis. Karena plug-in ini akan meng-convert kedalam format flv terlebih dahulu. Harga : Rp. 50.000 ,- ditambah ongkos kirim Rp. 20.000, - DISCLAIMER: Dilarang meng-copy, menyebarkan, memperdagangkan produk ini. Meskipun produk ini belum didaftarkan sebagai hak cipta, namun tetap dilindungi oleh Undang-undang kepemilikan.
Pelajaran Matematika. Siapa takut?
Bapak/Ibu yang mempunyai putra/putri yang duduk dibangku SD kelas IV, V, VI dan kelas I, II SMP.
Janganlah pelajaran Matematika menjadi "monster" yang menakutkan dan dibenci. Sekarang sudah ada CD Interaktif untuk membantu para siswa belajar matematika yang menyenangkan. Putra putri anda tidak melulu diberi pelajaran yang membosankan. Belajar sambil bermain atau bernyanyi.
Video ini adalah cara penggunaan CD Interaktif tersebut.
Harga Rp. 80.000 ,- (delapan puluh ribu rupiah). Sudah termasuk ongkos kirim.
Bapak/ibu atau adik-adik para siswa yang berminat bisa menghubungi: Bpk. SUMARNO
Telp. : 0812 7759 245
12 KACANG THAILAND Rp. 25.000
13. MEDE ORIGINAL Rp. 120.000/KG, RP. 65.000/½ KG, RP. 40.000/¼ KG
14. MEDE THAILAND Rp. 120.000/KG, RP. 65.000/½ KG, RP. 40.000/¼ KG
15. MEDE PEDAS Rp. 120.000/KG, RP. 65.000/½ KG, RP. 40.000/¼ KG
16. MEDE KEJU Rp. 120.000/KG, RP. 65.000/½ KG, RP. 40.000/¼ KG
17. MEDE CRISPY Rp. 120.000/KG, RP. 65.000/½ KG, RP. 40.000/¼ KG
BATAS WAKTU PEMESANAN TANGGAL 20 JULI 2013. HUBUNGI: EKA PURWANTY NO HP 0857 1988 7111 021-723 8035 HARGA BELUM TERMASUK ONGKOS KIRIM Untuk wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat bisa diantar menggunakan kurir.
Inilah riwayat Stasiun Kertosono
yang pernah saya dengar dari cerita kakek dan pak-lik saya. Dan yang saya lihat dan saksikan pada kurun waktu 1960 sampai dengan 1980.
Kakek dan pak-lik (sekarang semua
sudah almarhum) adalah pegawai Djawatan
Kereta Api (Jaman dulu disingkat DKA). Pada jaman kolonial Belanda
perusahaan kereta api dinamakan SS (Staat
Spoorwagen).
Dahulu Stasiun Kertosono adalah
stasiun KA yang ramai. Semua kereta api
pasti berhenti di stasiun ini. Stasiun ini didesain sebagai persimpangan jalur Madiun-Surabaya-Kediri-Blitar. Kata kakek saya yang dahulu adalah masinis
yang home-basenya di Kertosono, stasiun Kertosono merupakan stasiun besar kelas
I.
Jalan Stasiun Kertosono
Sebagai stasiun home-base, maka terdapat dipo, yang
berfungsi sebagai bengkel perawatan lokomotif dan gerbong-gerbong. Pada waktu
itu lokomotif masih banyak yang menggunakan tenaga uap. Type lokomotif yang
saya kenal adalah type C, B dan yang terbesar adalah type D.
( Lokomotif uap seri-D sumber http://arsip76r.blogspot.com )
Saya pernah ke museum KA
Ambarawa, tidak saya temui lokomotif seri D. Entah kemana?
Pada waktu itu terdapat jalur
rute yang menghubungkan: Kertosono-Madiun, Kertosono-Surabaya kota dan Kertosono-Blitar.
Kereta Api yang dulu pernah jadi primadona
(sumber: internet)
Ada tiga buah bangunan menara pengawas yang
dulu disebut Sign-Huis (Rumah sinyal)
yang terletak masing masing diujung timur, diujung barat setasiun dan yang satu
lagi terletak dipersimpangan rel jurusan Blitar/Kediri dekat sungai Brantas. Sekarang
bangunan itu sudah dibongkar.
Dahulu diujung sana ada bangunan Menara Pengawas (Sign Huis)
Salah satu lokomotif uap yang beroperasi di stasiun Kertosono
Koleksi museum KA Ambarawa
Telekomunikasi antar stasiun
menggunakan telepon dan telegraph (morse). Medianya menggunakan kawat yang
terbentang mengikuti jalur rel.
Ada jalur rel kereta lori (dahulu warga
Kertosono menyebutnya montik) Yaitu
jenis kereta api tapi ukuran fisiknya lebih kecil. Rel lori ini menghubungkan
stasiun Kertosono dan Pabrik Gula Lestari. Jalur ini dibuat untuk mengangkut
tetes (limbah gula tebu yang akan dikirim ke berbagai tempat untuk didaur
ulang). Bekas rel lori ini masih bisa dilihat didepan stasiun Kertosono
sekarang.
Stasiun Kertosono lama
Sumber: internet
Banyak gerbong barang, tangki
minyak dan gerbong penumpang yang selalu mangkal di stasiun ini. Karena stasiun
ini juga merupakan jalur distribusi barang dan minyak.
Stasiun Kertosono baru
Stasiun Kertosono merupakan
stasiun yang sibuk selama 24 jam pada waktu itu. Disektar stasiun banyak
didirikan penginapan-penginapan untuk para penumpang yang kemalaman untuk
berganti kereta ke tujuan lain.
Kesibukan di Stasiun Kertosono (dahulu)
Sumber: internet
Pada era 70-an nama DKA berubah
menjadi PNKA (Perusahaan Negara kereta Api), kemudian berubah menjadi PJKA
kemudian PERUMKA sekarang menjadi PTKAI.
Video KA bisnis/eksekutif lewat saja di Stasiun Kertosono
Sejak berganti nama yang terakhir
ini, banyak perubahan total yang terjadi. Seiring perkembangan teknologi.
Banyak bangunan-bangunan dan peralatan kuno yang raib. PTKAI tidak peka akan
pelestarian benda-benda dan bangunan bersejarah. Sayang !
Dahulu kala sampai dengan tahun
1980 di kota Kertosono ada sebuah gedung bioskop yang terletak agak keutara
sedikit dari pertigaan Jl. PG Lestari dengan Jl. Stasiun. Dulu nama kampungnya
adalah Kutorejo-Lor. Nama gedung bioskop itu adalah NUSANTARA. Konon dibangun
pada jaman Belanda.
Gedung bioskop itu berkapasitas
kurang lebih bisa menampung 600 penonton. Kursi-kursi penonton dibagi menjadi 3
kelompok (kelas). Kelas I adalah barisan belakang (dibawah ruang proyektor),
Kelas II menempati barisan tengah sedang kelas III menempati barisan depan
dekat layar.
Harga karcis tentu saja
dibedakan. Kelas I yang paling mahal sedangkan kelas III yang paling murah. Tempat
duduk untuk kelas III berupa bangku panjang terbuat dari kayu tanpa sandaran.
Sedangkan tempat duduk untuk kelas I dan II terbuat dari kursi anyaman rotan
memakai sandaran (tentu saja lebih nyaman dibandingkan tempat duduk untuk kelas
III). Bagi yang berkantong pas-pasan atau para pelajar memilih kelas ini.
Dahulu gedung bioskop ini jadi tempat
nongkrong atau tempat mejeng para remaja Kertosono dan sekitarnya terutama
kalau malam Minggu. Tidak hanya dari Kertosono saja tapi banyak yang dari luar Kertosono misalnya: Patianrowo, Lengkong, Warujayeng bahkan ada yang dari
Purwoasri. Pada waktu itu bioskop adalah satu-satunya hiburan untuk kaum muda.
Sayang sekali saya tidak punya
foto dokumentasinya. Barangkali ada diantara anda yang masih menyimpan foto2
Kertosono masa lalu terutama gedung bioskop Nusantara, mohon diposting.
Interior gedung NUSANTARA
dibangun cukup nyaman dan romantis. Plafon atau langit-langit dibuat tinggi.
Kipas angin gantung selalu berputar. Sirkulasi udara cukup baik. Lampu
penerangan dibuat tidak menyilaukan terkesan sejuk karena diberi lampion yang
cantik. Bioskop selalu penuh kalau memutar film-film Indonesia dan India yang
masih hitam-putih.
Bagi yang tidak punya uang untuk
menonton hanya nongkrong didepan gedung bioskop sudah cukup terhibur. Pada
waktu itu penonton yang dari jauh menggunakan sepeda onthel. Disekitarnya banyak tempat-tempat yang menyewakan penitipan sepeda. Kendaraan bermotor
masih merupakan barang mahal. Pada waktu itu bioskop NUSANTARA tempat ajang
muda-mudi untuk berkencan.
Bagi penonton kelas III terutama
pelajar banyak yang masih pakai sarung dan bakiak (sandal yang terbuat dari
kayu). Kalau film terputus pada waktu diputar, mereka memukul-mukul bakiak
kelantai.
GEDUNG "RUKUN SANTOSA"
Berjalan kearah utara kira-kira
200 meter ada lagi sebuah gedung bernama RUKUN SANTOSA. Gedung ini dibangun
kira-kira pada tahun 1960. Dulu digunakan untuk pementasan kesenian tradisional
seperti ketoprak, Wayang Orang, Ludruk dan sandiwara gambus. Pementasan dilaksanakan
pada malam hari dan bergiliran misalnya 3 bulan untuk ketoprak kemudian 3 bulan
berikutnya wayang orang dst. Konon WO Cipto Kawedhar pimpinan dalang terkenal
Ki Narto Sabdho (almarhum) pernah pentas disini.
Sistim kelas untuk gedung
pementasan ini kebalikan dari sistim kelas di bioskop. Kelas I didepan, kelas
II ditengah sedangkan kelas III dibelakang. Tempat duduk semua terbuat dari
kursi rotan.
Kalau ada pementasan dari
kejauhan sudah terdengar suara gamelan dari gedung ini. Suasana Jawa sungguh
sangat terasa pada waktu itu. Bagi yang tidak punya uang untuk beli karcis,
cukup mendengarkan saja dari luar gedung karena dipasang corong speaker, belum
ada sound system yng canggih pada waktu itu, suara “cempreng” jadilah.
Pada jaman itu penonton pertunjukan
seni tradisional tidak hanya didominasi oleh kaum tua sja. Banyak juga kaum
muda yang menggemari wayang orang, ketoprak, ludruk dll.
Entah apa sebabnya setelah tahun
1965 gedung ini berubah namanya menjadi BAYANGKARA. Pernah juga gedung ini
menjadi gedung bioskop juga (pada waktu bioskop mengalami booming pada era
70-an).
KELENTENG "POO SAN SIE"
Rumah Ibadah ini terletak di Jalan ...... (saya lupa kalau ada yang ingat mohon informasi) Depan RSUD Kertosono ke arah tranggul Sungai Brantas. Kelenteng ini dibangun pada jaman Belanda oleh warga keturunan Tionghoa di Kertosono.
Dahulu setiap perayaan Imlek di kelenteng ini selalu diadakan pertunjukan Wayang Kulit dan Wayang POTEHI selama 7 hari 7 malam. Ternyata pembauran dan kehidupan yang harmonis sudah terbentuk sejak dahulu kala dikawasan ini.
Pada akhir tahun 2012 saya
berkunjung ke Kertosono. Sengaja saya menapak tilas. Gedung-gedung bersejarah
itu tinggal kenangan. Tidak terusus. Konon gedung NUSANTARA beralih fungsi
menjadi gudang.Sayang sekali saya tidak sempat mengambil fotonya. Saya berjanji
kalau sempat ketempat ini lagi akan saya dokumentasikan berupa foto atau video.
STASIUN KA KERTOSONO
Bangunan ini didirikan bersamaan dengan pembangunan jalur rel kereta api di Pulau Jawa pada awal abad 19. Dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda. Semua kereta api yang melewati Stasiun Kertosono pasti berhenti disini karena stasiun ini diklasifikasikan sebagai Stasiun Besar.
Sejak 1 Juni 2013 peraturan berubah. Hanya KA Brantas dan KA Bangun Karta saja yang berhenti di stasiun ini. Bagi anda yang akan ke Kertosono dari Jakarta hanya dua kereta api ini saja yang bisa anda naiki.
KA Eksekutif Bisnis melewati Stasiun Kertosono KA GAYABARU MALAM yang ekonomi lewat saja di Stasiun Kertosono :(
Jalan Stasiun Kertosono
BEKAS PABRIK PENGGILINGAN PADI
Tidak jauh dari Kelenteng tepat ditepi tanggul sungai Brantas ada bangunan tua yang sudah tak terawat lagi. Dahulu bangunan ini adalah pabrik penggilingan padi.
(Pasar Kertosono)
(Rumah di desa Lestari Kertosono)
Gapura di desa lestari
Pergeseran budaya seiring dengan
perubahan jaman dan teknologi. Anda sudah tidak menjumpai lagi suasana seperti
itu sekarang. Bahkan budaya tradisional sudah berubah drastic. Bahkan mati sama
sekali. Siapakah diantara anda yang masih suka wayang orang, wayang kulit, ketoprak,
ludruk, tari bondhan, serimpi, bambangan cakil, gatotkaca gandrung? Tidak ada
lagi? Sungguh menyedihkan! ***
YEN ING TAWANG ANA LINTANG
Oleh: Mantous
Genre: Campur Sari
Terjemahan bebas:
YEN ING TAWANG ANA LINTANG KALAU DILANGIT ADA BINTANG
cantik,... kalau dilangit ada bintang aku menunggu kedatanganmu kepada awan di angkasa, adikku kutanyakan beritamu cantik,... aku ingat akan semua janji terharu rasa dalam hati bintang-gemintang berkedip dengan genit cintaku melampaui batas langit
waktu itu bintang menjadi saksi akan janjimu mega dan bintang mengiringi perjalanan cinta kita
cantik,... kalau dilangit ada bintang dengarlah tangis dalam hati ini teriring suara malam yang hening menunggu terbitnya bulan *** English Version: IF THERE ARE STARS AT THE SKY sweetheart if there are stars at the sky I am waiting for you to the clouds at the sky, my darling i ask how are you tonight? sweetheart, I remeber about all of you promises my heart feel blue the stars are glowing and flirting my love pass beyond the sky remember the time when the stars became witness of your words clouds and stars walked along with our love my darling, if there are stars at the sky listen to my heart crying and the rythm of a lonely night waiting for the moon rise ***